La comunidad (komunitas)

Mei 8, 2009 § 6 Komentar

Denissa P

advertising-UI’ 08

DASAR-drughi10DASAR PENULISAN

Di Jakarta terdapat banyak komunitas. Ada komunitas olahraga, komunitas musik, komunitas pecinta hewan dan banyak lagi. Masing-masing komunitas itu terbagi menjadi komunitas yang lebih spesifik. Komunitas musik misalnya. Ada komunitas pecinta musik jepang, jazz, emo dan lainnya. Saya tidak tertarik dengan komunitas musik. Saya tertarik dengan komunitas pecinta olahraga. Tepatnya pecinta Juventus atau lebih dikenal dengan sebutan Juventini.

Komunitas Juventini Indonesia (JI) adalah tempat para pecinta klub Italia “Juventus FC” berkumpul. Bermarkas di Tebet, komunitas ini dipimpin oleh Fransiskus Susetyo. Juventini Indonesia didirikan pada bulan Juli taun 2006. Saat itu, Juventus sedang terpuruk ke seri-B karena kasus Calciopoli. Alasan komunitas ini dibentuk adalah untuk menghimpun semua juventini (pecinta juventus) di seluruh Indonesia. Komunitas ini sangat terorganisasi. Terdapat ketua komunitas –il presidente-, wakil ketua, sekretaris, dan manager (admin). Juventini Indonesia juga memiliki forum di dunia maya untuk sharing tentang segala informasi terbaru mengenai Juventus.

Saya ikut membuat account di forum JI. Kalian bisa mengunjunginya di http://juventini-indonesia.com Di sana kita bisa berkenalan dengan teman-teman sesama pecinta Juventus. Bahkan mereka sangat tergila-gila dengan Juventus. Terbukti dengan adanya foto-foto mereka bersama pernak pernik Juventus. Ya, banyak sekali topik yang dibahas di forum JI. Mulai mengenai transfer pemain, kilasan pertandingan, event JI, ajang pamer foto bersama pernik Juventus dan lainnya. Topik mengenai olahraga lain pun semakin meramaikan forum JI. Ada berita tentang MotoGp, F1,  Badminton dan ajang olahraga lain. Hal tersebut membuat kami tidak bosan berselancar di forum JI.

Komunitas Juventini Indonesia sering mengadakan acara. Acara bakti sosial, gathering, nonton bareng, dan lainnya. Saya ikut bergabung saat JI mengadakan gathering di Kebun Raya Bogor (KRB) pada tanggal 27 April 2008. Saat itu saya masih kelas XII SMA. Saya mengetahui berita itu melalui friendster. Diberitakan bahwa JI akan mengadakan gathering di Kebun Raya Bogor. Teringat pertama kali saya bergabung. Awalnya saya takut sekali untuk ikut ke acara seperti itu. Saya sama sekali tidak mengenal satu orang pun yang akan saya  temui nanti. Di tengah kebimbangan itu, saya meminta beberapa teman saya untuk memberi pendapat. Sebagian besar dari mereka berkata “hayo den, ikut aja!, kalo gw jadi lu, gw ikut deh..”. Akhirnya saya pun memutuskan untuk ikut. Saya mengajak adik saya untuk ikut. Butuh waktu lama untuk memaksanya ikut, karena adik saya adalah seorang Milanisti. Saya tidak mempunyai baju bertuliskan juventus, sedangkan untuk berkumpul dengan komunitas tersebut harus menggunakan pernak-pernik juventus. Berbekal baju putih dengan sweater hitam beserta sepatu putih dan tas  juventus yang baru saya buat ditukang jahit,  saya pun berangkat.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB. Saya membuat janji bersama salah seorang Juventini yang wajahnya pun saya tidak tahu. Saya hanya mengetahui nama dan nomor telefonnya dari friendster. Sesampainya di pintu samping KRB waktu menunjukkan pukul 10.30 siang. Saya bertemu dengan seorang JI. Ia menuntun kami. Di jalan panjang yang dikelilingi pepohonan besar, kaki saya melangkah perlahan. Saya ragu bertemu dengan orang-orang yang belum saya kenal sebelumnya. Akhirnya tiba di tempat mereka berkumpul. Ternyata yang pria mendominasi perkumpulan tersebut. Ada beberapa wanita yang merupakan pacar ataupun istri JI. Saya terhentak kaget. Semua mata memandang. Tiba-tiba datanglah seorang pria berkacamata menghampiri saya dan bersalaman. Dia adalah ketua JI. Ia mengajak kami berkumpul di bawah pepohonan yang besar dan rindang. Kami membentuk lingkaran dan mulai memperkenalkan diri satu per satu. Sampai tiba giliran saya untuk berkenalan. Saat itu jantung saya berdegup kencang. Saya sangat takut. Semua mata pria yang umurnya lebih dewasa memandang serius. Pohon-pohon besar pun seolah menatap ikut memerhatikan saya. Dengan terbata-bata saya menjelaskan bahwa saya adalah Denissa seorang siswa SMAN5 Bogor. Acara perkenalan selesai. Dilanjutkan dengan makan siang, sholat dan bernyanyi bersama. Keceriaan mereka membuat saya tidak menyadari bahwa saya adalah pendatang baru. Kami tertawa bersama melepas kepenatan, berfoto dan bernyanyi di tengah teriknya matahari. Lagu JI menggema diantara pepohonan besar yang mengelilingi kami. Bahkan, pengunjung KRB pun menoleh ke arah kami yang mayoritas berpakaian hitam. Sungguh terlihat betapa hangatnya JI.

Ya, komunitas memberi saya pengalaman baru. Pengalaman yang membuat saya mengerti bahwa keakraban dan persahabatan baru dapat terjalin dalam sebuah komunitas karena adanya kesamaan. Sama-sama mencintai Juventus.:). . Andiamo la Juve!!!

(maav gak diceritakan smuanya.. kepanjangan abisnya :P) hehehehehe

§ 6 Responses to La comunidad (komunitas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading La comunidad (komunitas) at it's life.

meta

%d blogger menyukai ini: