Te Amo Juve

Mei 7, 2009 § 6 Komentar

juuuu1 Saya adalah salah satu penikmat acara olahraga. Mulai dari acara MotoGp, F1, A1, volley dan badminton akan saya tonton.  Namun yang paling menarik perhatian saya adalah sepakbola. Berawal dari Piala Dunia 2002 antara ITALY vs MEXICO. Saya menantikan “tampak asli” seorang Alessandro del Piero di lapangan. Sebelumnya saya melihat dia di iklan minuman berenergi. Kala itu Mexico menang 1-0, padahal pertandingan hampir berakhir. Sampai akhirnya di menit 86’ seorang Alessandro del piero masuk sebagai pemain pengganti. Wah.. it’s the first time I saw him with soccer jersey J). Tak berselang lama, tepatnya di menit 88, Alex mencetak gol kedudukan pun menjadi 1-1 sampai pertandingan berakhir. Yups., dari situ lah saya menyukai sosok Alessandro del Piero. Oia, saat itu juga saya kagum dengan Gianluigi Buffon dan Francesco Coco.

Mulailah saya mencari darimana mereka semua berasal. Ternyata Alex adalah kapten Juventus, kebetulan Buffon juga pemain Juventus. Sedangkan Francesco Coco adalah pemain Intermilan. Dulu, saya tidak tahu bahwa Inter dan Juve adalah rival. Saya mendukung Juventus, Intermilan, dan Ac Milan. Saya juga sempat kagum dengan Andriy Sevchenko.

Tahun 2002-2003 Final UEFA Champion –Saya masih kelas 1 SMP ketika itu–. mempertemukan Juventus dan AC Milan. Saya tidak peduli siapa yang menang, karena saya mendukung keduanya. Namun, sejak saya menyaksikan kegagalan SuperGigi dalam adu penalty, saya memutuskan untuk HANYA mencintai Juventus, bukan Milan terlebih InterMilan. Sejak saat itu pula saya membenci AC  Milan.

Saya mulai menonton pertandingan liga Italia.  Jagoan saya saat itu adalah Zambrotta, buffon, dan alex. Sering saya menulis di buku saya “alconessa”(alessandro-coco-buffon-denissa) atau “delffonssa”(del piero-buffon-denissa) bahkan email saya waktu itu “jvntini_bdzz”((buffoon-del piero-zlatan-zambrotta)email ini saya buat saat zlatan singgah ke juve)).

Sejak 1 SMP saya rela menabung demi membeli majalah Liga Italia atau Bolavaganza yang saat itu harganya sekitar Rp 20.000. padahal uang jajan saya saat itu hanya 4000 per hari . Hehehe.. tapi demi majalah itu saya rela menabung sekitar satu minggu. Tak ketinggalan saya suka membeli kumpulan poster dari ‘bola’. Lalu bila ada bonus poster gede JUVENTUS, saya juga akan membeli majalah olahraga tersebut.

Saya punya 1 binder khusus mengenai perjalanan Juventus musim 2004-2005. Saya mencatat setiap pertandingan juve, goal juve, dan semacam catatan tentang pertandingan. Saya terkadang geli sendiri saat membaca binder saya tersebut. “betapa rajin atau bahkan gila-nya saya mencintai juve”..hehehe. . ni salah satu tulisannya (saat itu saya kelas 3 SMP).

catatan kecil waktu dulu

Inget,, itu tulisan anak SMP. Kalo saya baca sekarang jadi sedikit menggelitikan.. hehehhe. .

Di tahun-tahun berikutnya saya tetap mencintai Juventus walau sempat turun ke seri-B. Tapi, saya tidak se-rajin dulu. Hehehe :p

Yups, begitulah cerita sedikit tentang kecintaan saya terhadap juve,. Walau kao sedang susah payah merebut tempat kedua.. dens tetap mendukung!!

§ 6 Responses to Te Amo Juve

  • Hedia herru mengatakan:

    Nice story!!
    i become juventini since 1996,when Juve trough the final 3 times. . .!!

    Forza JUVE!! Forza Alex!!!

  • dhestea piero mengatakan:

    hihihihi

    FORZA JUVENTUS !!!!!!!!!!!!!!!!

    FOREVER

    LUV JUVE DAH… ;-)))

  • unda mengatakan:

    nice experience….
    simpen bindernya baik-baik, binder itu akan menjadi sesuatu yang membanggakan kelak…

    saia punya cerita, tepatnya pengalaman yang hampir sama waktu saia masih SMP kelas 1.

    Musim 1999/2000 saya tidak pernah absen membeli tabloid bola. Tiap edisi saia selalu membeli 2 eksemplar. Bukan tanpa alsan, tapi karena tahun itu saia menggunting semua preview dan report pertandingan juventus pada tabloid yang satu, sedangkan tabloid yang satunya saya jadikan koleksi.

    Semua preview dan report pertandingan juventus yang saia dapat dari tabloid bola tersebut saia jadikan kliping pada buku yang covernya bergambar buffon.

    Semua preview dan report pertandingan satu musim 1999/2000 terkliping lengkap di buku itu. Dari Giornata 1 hingga 33. Kecuali satu lembar terakhir yang harusnya diisi preview dan report giornata 34. Lembaran itu kosong. Alasannya sudah pasti. Karena juventus kalah dari Perugia, 1-0 dan membuat Lazio menyalip juventus dari peringkat satu dan lazio meraih scudetto.

    Momen yang menyedihkan hingga saia sempat melupakan kliping itu. Beberapa tahun setelah itu saia berusaha mencari kembali kliping itu. Saia ingin menyelesaikan pekerjaan saia yang belum selesai, membuat preview dan report Giornata 34. Sayang, saya kehilangan kliping itu. Kliping itu hilang entah kemana. Sangat disayangkan memang. Padahal banyak kenangan yang luar biasa saia dengan kliping itu. Saia juga bisa mengenal Personal Pemain juventus lebih dekat. Khususnya Kovacevic…

    Mulai musim 2006-2007, saat Juventus di Serie-B saya masih membuat preview dan report pertandingan juventus namun dengan format yang berbeda. Lupakan kliping, kali ini saia mendownload semua gol2 pertandingan juventus di semua ajang. Bahkan Friendly match…

    Suatu saat saia percaya itu akan menjadi sebuah hal yang tidak ternilai harganya… hehehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Te Amo Juve at it's life.

meta

%d blogger menyukai ini: