Bundaku, Inspirasiku

April 19, 2009 § 9 Komentar

mama bersama kucingku 'imew'

mama bersama kucingku 'imew'

Great mom great daughter!. Huh.. I hope so.. aku sangat mengagumi Ibuku dan Ayahku. Namun, disini aku akan bercerita sedikit mengenai ibuku. Aku memanggil bunda dengan sebutan “mami” berbeda dengan ketiga orang adikku yang memangil beliau dengan sebutan “mama”. Aku memanggilnya demikian karena sebutan itu terasa enak untuk diucapkan. Hehehe. . . Sementara mama memanggilku dengan sebutan “icha”. Mungkin karena dinamaku terdapat kata nissa.
Mama dilahirkan dari keluarga sederhana. Ayahnya (kakekku) merupakan salah satu tokoh masyarakat yang agamais. Ibunya (nenekku) merupakan Ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil, beliau membantu nenekku berjualan kue kecil bersama kakaknya. Hingga saat tumbuh dewasa beliau sangat mandiri. Mama pernah bekerja di salah satu restoran cepat saji sampai akhirnya bertemu dengan ayahku dan akhirnya menikah. Hihi (so swit). Kerjakerasnya menginspirasiku supaya terus berusaha menggapai semua impianku. Terlebih aku sedikit lebih beruntung dibandingkan dengan ibuku dulu. Ya, Bapaku selalu berusaha memenuhi semua kebutuhanku. (thanks dad :D)
Umur mama sekarang sudah 41 taun. Mama adalah orang yang amat aku sayang melebihi sayangku pada siapa pun. Beliau selama ini mengurusiku dan ketiga orang adikku dengan penuh sabar. Mamaku sering bercanda, baginya tiada hari tanpa lelucon. Seringkali ia tertawa melepas semua beban dipudaknya.
Beliau sangat mudah akrab dengan orang orang disekitarnya. Setiap hari beliau menyibukan diri dengan olahraga voli bersama tetangga, bapak dan adik-adikku. Mama juga ikut pengajian ibu-ibu, dan tergabung dalam beberapa kegiatan di kampungku. Mama bukan orang yg terlalu agamais. Tapi, Mama selalu mengajarkan pada kami agar tidak pernah meninggalkan shalat, sesulit apapun kita mencari tempat untuk shalat.
Aku paling tidak bisa mengungkapkan rasa sayangku pada orang yang aku sayangi termasuk mama. Entah mengapa, aku sangat mudah terharu mendengar kata-kata mama saat menasehatiku. Pernah, aku memandang foto aku sewaktu kecil. Sangat lucu dan banyak sekali fotoku dengan mama dan bapak. Aku percaya mereka sangat menyayangiku. Aku pun tidak mau membuat mereka kecewa dan sebisa mungkin menjaga perasaan kedua orang tuaku.
Saat terjadi permasalahan kecil dengan Bapak, mama selalu mengadu padaku. Aku tidak pernah mendengar lontaran kata-kata kasar dari mulut mama atau pun bapak saat bertengkar. Mereka berdua memilih untuk diam saat bertengkar. Hal tersebut menjadi sejenis ‘pembiasaan’ atau ‘acuan’ untukku. Jadi, selama ini bila aku kesal aku akan diam dan mengungkapkan kekesalanku dalam sebuah tulisan/ gambar. Kekesalanku hanya tampak pada lambang-lambang nonverbal. Bagiku marah dengan melontarkan kata-kata kasar atau tindakan semena-mena sangat tidak berguna.
Mama mengungkapkan segala keluh kesahnya padaku. Kata-kata mama selalu aku ingat.

Beliau pernah berkata “cha sebisa mungkin cha harus ngebantu sesama, jangan biarkan orang lain sedih sementara kita senang. prinsip mama, kalo mama bahagia, orang lain harus lebih bahagia dari mama”. Mungkin dalam nasihat ini, maksud mama supaya aku tidak menjadi orang yang pelit harta kepada siapapun. Aku harus bisa membuat orang lain lebih bahagia daripada diriku sendiri. Ya, aku selalu menanamkan dalam benakku untuk selalu menjadi manusia yang tidak perhitungan dalam membantu seseorang dan selalu berusaha membuat orang lain di sekitarku bahagia (walau pun itu terasa sulit bagiku).
Saat aku akan melanjutkan pendidikan setelah SMA, aku tahu bahwa kedua orang tuaku sangat sibuk. Mereka sibuk mendaftarkan 2 adikku untuk masuk ke SMA dan SMP. Nilai mereka tidak mencukupi untuk masuk sekolah negeri. Sehingga mereka harus mengeluarkan biaya lebih banyak karena harus mendaftar ke sekolah Swasta yang biayanya tidak sedikit. Kadang aku kasihan pada mereka dan aku merasa sangat tidak diperhatikan. Aku dibebaskan untuk memilih universitas yang aku inginkan sesukaku dengan syarat, tidak di jauh dari Bogor. Sampai akhirnya aku melanjutkan ke program Vokasi- advertising UI.
Mama berpesan “Cha, kuliah yang bener. Siapa tau kalo cha udah kerja, cha bisa ngejajanin ossy, ian ma tiara. Mama mah gak minta apa-apa dari cha, kalo cha udah sukses inget sama bapak, bapak yang udah nyekolahin cha sampe sekarang, bapak yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan cha, yah! Inget juga jangan jadi orang sombong,”. Humph.. untung saja mamaku tidak menatap wajahku ketika beliau berkata demikian. Sebab kalo mama liat aku pasti malu. (berkaca-kaca soalnya :p). siap mom, cha akan menjadi anak baik, walau kadang cha terlampau ngaleuyeud dan rese.. ehehe. . . aku sangat sayang mama. Kalo aku punya 10 hati, 5 kuberikan pada mama, 3 untuk bapak, 2 yang lainnya terbagi untuk orang-orang yang aku sayangi.🙂. denissa loves momy so much . :-*
Bagaimana dengan kalian, apakah ibu kalian memberi kalian inspirasi?? Ayo donk share!!!🙂

§ 9 Responses to Bundaku, Inspirasiku

  • unda mengatakan:

    Nice post…
    You’ll make it, icha…
    You’ll make your mother proud…
    Selamat hari Kartini buat Ibu Icha dan Icha sendiri tentuny…
    I’ll keep my fingers cross…😀

  • andry mengatakan:

    NICE…..

  • andry oktavian mengatakan:

    orang tua memang sangat luar biasa
    orang tua siapapun

    menurutku orang hebat itu bukan dinilai dari apa yang mereka lakukan, tapi dinilai dari bagaimana dia bisa menghargai orang tuanya…

    sok dewasa banget lo ndry
    hehehe…..

  • Rahmat mengatakan:

    bagus..

    gw juga mw share sdkt tentang ibu gw..
    Gw manggil ibu dengan sebutan mama..hehe

    Ibu gw juga berasal dari keluarga yang sederhana, bahkan bisa dibilang hidupnya dahulu keras..
    Oleh karena itu gw dah terbiasa dengan hidup sederhana dan penuh perjuangan..ciee..

    Kakek gw(bapaknya ibu) adalah seorang ulama yang cukup disegani dulu, hal ini menurun ke nyokap gw,,dia dulu pernah juara qiro’ah,,emang ngaji Al Qur’annya mantapp..
    Mama juga merupakan kembang desa dulunya, menurut cerita nenek gw, dulu yang suka ma mama tuh banyak, mulai dari mahasiswa sampai ke juragan supir truk..hehe (tapi kok anaknya kayak gw ya??hehe.ade gw yang cantik mah..~bukan promosi~

    Mama sangat sayang dan perhatian ama gw n ade gw..
    Dia nau bekerja bantu bapak gw demi nambahin ongkos gw tuk sekolah..Gw inget dulu mama pernah jualan jajanan anak2 di SD di depan rumah gw..trus sekarang juga masih kerja di tempat saudara jauh..Gw cuma bisa belajar dengan bener supaya kerja keras mama dan bapak gak sia2,,

    Alhamdulillah,,sekarang gw dah kerja meskipun blum bisa sepenuhnya bantu mama..Insya Alloh beberapa bulan lagi..

    Keluarga gw mungkin tak seperti keluarga yang lainnya..karena suatu hal,,bapak gak bisa setiap hari di rumah,,jadi gw deket banget ma mama..Gw bukan tipe orang yang bisa ngomong sayang langsung ke seseorang walaupun sebenernya gw sayang banget ma dy..tapi gw sayang banget ma mama..Gw bahkan sering berpikir supaya biar gw duluan yang meninggal daripada nyokap gw, karena gw mgkn gak akan kuat melihatnya kala itu…

    Gw janji,,walaupun mungkin sekarang mama mungkin kurang bahagia,,tapi gw janji akan membahagiakan dia…Aminn..hehe

  • bocahbancar mengatakan:

    Ibu I Love You So Much…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bundaku, Inspirasiku at it's life.

meta

%d blogger menyukai ini: